Kamis, 24 Februari 2011
Tnaman kopi gayo
Di daerah dataran tinggi gayo mayoritas penduduknya petani yang menanam tanaman kopi, karna daerah ini sangat sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman kopi, adapun jenis tanaman kopi yang di tanam adalah mayoritas kopi arabika (Coffea arabica) tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 m dpl, suhu 16-20 °C.
SYARAT PERTUMBUHAN
Iklim
Angin membantu penyerbukan yang terjadi antara bunga kopi yang berbeda klon atau berbeda jenis. Akan tetapi bila angin kencang dapat merusak tajuk tanaman dan menggugurkan bunga.
Curah hujan minimal untuk pertumbuhan kopi adalah 1000-2000 mm/tahun, sedangkan pola hujan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman kopi Arabika dan Robusta adalah rata-rata 2000-3000 mm/tahun.
Menurut lintang tempat, tanaman kopi dapat tumbuh baik pada daerah yang terletak di antara 20 derajat LU dan 20 derajat S.
Tanaman kopi menghendaki sinar matahari yang teratur.
Suhu sangat berkaitan erat dengan ketinggian tempat. Suhu di atas permukaan air laut adalah ± 26 derajat C dan akan turun 0,6 derajat C tiap kenaikan 100 m. Kopi Arabika tumbuh baik pada suhu 10-20 derajat C. Kopi Robusta menghendaki suhu 21-24 derajat C. Kopi Liberika tidak menghendaki suhu tertentu.
Media Tanam
Tanaman kopi menghendaki tanah yang lapisan atasnya dalam (± 1,5 m) dan gembur, subur, banyak mengandung humus dan bersifat permeable. Tanah dapat berasal dari abu gunung berapi/cukup mengandung pasir.
Jenis tanah latosol dan vulkanis disukai tanaman kopi. Tanah yang drainasenya jelek, tanah liat berat, dan tanah pasir yang kapasitas mengikat airnya kurang serta kandungan N-nya rendah tidak cocok untuk pertumbuhan kopi.
Tanaman kopi menghendaki tanah yang agak masam, 5-6,5 untuk Arabika. Tanah yang lebih asam dapat dinetralisir dengan kapur tohor/pupuk, misalnya serbuk tulang/Ca-(PO2) + Ca metaphosphat /Ca(PO2).
Tanaman kopi menghendaki kedalaman air tanah sekurang-kurangnya, 3 m dari permukaan tanah. Tanah harus mempunyai drainase dan kemampuan mengikat air yang baik.
Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat berpengaruh terhadap tinggi rendah suhu.
Kopi Arabika: tumbuh pada dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1700 m dpl. Jika di bawah 1000 m dpl, akan mudah terserang HV. Bila di atas 1700 m dpl, suhunya akan terlalu dingin.
MANFAAT TANAMAN KOPI
Menurut Harvard Women’s Health, konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis), penyakit jantung serta menghambat penurunan daya kognitif otak.
* Diabetes. Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.
* Kanker. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara dan kanker usus besar.
* Sirosis. Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.
* Penyakit Parkinson. Para peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.
* Penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kopi tidak meningkatkan risiko jantung dan stroke. Sebaliknya, kopi justru sedikit mengurangi risiko stoke. Sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mimum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.
* Fungsi kognitif. Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita. Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.
Efek Negatif Kopi
Namun demikian, kopi juga memiliki efek negatif. Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu. Kafeine mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak negatif itu muncul bila Anda mengkonsumsinya secara berlebihan.
HAMA DAN PENYAKIT
- Hama pada Akar
Pratylenchus pratensi (Tylenchuscoffea atau Anguilulina pratensis)Gejala: (1) akar kopi berwarna kekuningan kemudian kehitaman, dan coklat keungu-unguan serta membusuk; (2) pertumbuhan lambat, daun menguning dan rontok, karena tidak ada perakaran baru; (3) pucuk pohon tidak berdaun, sehingga disebut "Leher Burung Elang". Pengendalian: (1) akar bibit dimasukkan dalam air panas ± 49,5 derajat C, selama 10 menit; (2) semua pohon dicabut, kemudian ditanami lamtoro atau Crotalaria dan Salvia selama 2 tahun, sehingga nematoda tidak mendapat makanan; (3) perlindungan sinar matahari harus merata, tanaman dibuat padat, tiap lubang ditanami 3-5 bibit, kemudian dipilih yang paling kuat dan diberi pupuk organis; (4) pohon yang berkembang lambat distump, kemudian disambung.
Rotelynchus similis (Tylenchus acutocaudetus atau Tylenchus similis dan Anguillulina similis)Gejala dan pengendalian sama dengan pratylenchus pratensi.
Heterodera marioni (Heterodera javanika, Heterodera radicocila, dan Caconema radicicola)Ciri: larva yang baru menetas panjangnya ± 0,4-0,5 mm dan bergerak bebas di tanah, dan berkembang lebih lanjut dalam tanaman. Tubuh yang betina menggembung menjadi bundar dan yang jantan panjangnya 1,2-1,9 mm. Gejala: membentuk benjolan-benjolan/bintil-bintil pada akar dan menyerang lebih dari 1000 tanaman. Pengendalian: secara preventif adalah tidak menggunakan benih, melainkan stump bibit yang tanahnya belum kena infeksi.
- Hama pada Batang dan Ranting
Penggerek merahPenyebab: kumbang merah (Zeuzera coffea). Ciri-ciri: Penggerek berwarna merah, pada dada dan perutnya terdapat bulatan kuning. Panjangnya sampai 5 mm. Gejala: terdapat lubang-lubang di atas batang (puncak) dan pada bagian batang yang tebal, kayu dan kulit pohon rusak, kayu dan batang patah pada tempat yang terdapat lubang melingkar. Pengendalian: memangkas cabang-cabang yang diserang; membuang pohon-pohon yang telah mati; DDT atau BHC dimasukkan dalam lubang.
Penggerek ranting/ bubuk dahan(Xylosandrus morstati, berwarna hitam); (Xylosandrus morigerus, berwarna coklat) Pengendalian: memotong bagian yang digerek dan dibakar; memperbaiki keadaan tanaman; menanam tanaman yang lebih tahan terhadap penggerek; melepaskan parasit Tetratichus xylebororum.
Kutu hijau (Coccus viridis)Ciri: kutu hijau yang sudah dewasa berbentuk bulat telur dengan panjang 2,5-5 mm, tubuhnya dilindungi perisai yang agak keras, serta mengeluarkan cairan madu. Pengendalian: (1) cara biologis: melepaskan musuh alami, yaitu cendawan Cephalosporium lecanii, dan cendawan hitam, parasit Coccophagus bogoriensis dan Tetraticcus lecanii, predator kumbang Coccinella melanophthalmus, dan Orchus jantinus; (2) secara mekanis: memangkas bagian-bagian yang terserang kemudian dibakar. Membuang dan tidak menanam pohon pelindung yang disenangi hama tersebut, seperti gamal (Glisirida maculata); (3) secara kimiawi: Dengan penyemprotan insektisida yang dianjurkan, antara lain : Anthonio 330 EC, Azodrin 60 WSC, Bayrusil 250 EC, Bidrin 24 WSC, Dimecron 50 SCW, Dimacidae 400 EC, Hostathion 40 EC, Nogos 50 EC, Orthene 75 SP, Sevin 85 dan Supracide 40 EC dengan dosis sesuai petunjuk.
Kutu lamtoro (Ferrisia virgata)Ciri: badannya diselaputi bahan penutup tubuh yang keadaanya lunak semacam lilin.
Gejala:
(1) pertumbuhannya menjadi lambat;
(2) bagian-bagian yang diserang (tunas-tunas, pupus daun, tangkai dan tulang daun, ranting-ranting, tangkai dari dompolan bunga dan buah) menjadi layu dan kering;
(3) kotoran yang manis rasanya banyak dikerumuni semut, terutama jenis semut gramang (Plagiolepesis longipes).
Pengendalian:
(1) secara biologis: melepaskan musuh alaminya, yaitu parasit Leptomastix, nyamuk Dipplesis, predator Scymus sp. dan Cryptolemus sp.;
(2) secara mekanis: memotong bagian yang terserang dan membunuh semut-semut gramang yang dilakukan pada musim kemarau. Pengendalian secara kimia : dilakukan seperti memberantas kutu hijau.
- Hama pada Bunga dan Buah
Stephanoderes hampeiCiri: berwarna coklat tua, dan besarnya ± 1,5 mm.
Gejala:
(1) kopi yang terserang kelihatan ada satu atau dua lubang yang terdapat dekat dasar buah;
(2) pada biji kopi yang masih hijau terdapat bubuk-bubuk yang berwarna coklat dan hitam. Sedang pada biji kopi yang telah masak terdapat larva-larva yang berwarna putih yang jumlahnya sampai 20 ekor.
Pengendalian:
(1) menanam selain Robusta, apabila banyak hama bubuk buah;
(2) keadaan dijaga jangan sampai lembab, basah dan gelap;
(3) pohon pelindung dikurangi dan buah yang berjatuhan dan berlubang dikumpulkan dan dimusnahkan;
(4) disemprot dengan DDT, RIN, PARATHION.
Kutu busuk/kepik (Antestiopsis liniaticolis Stal)
Gejala:
pada waktu panen biji kelihatan hampa dan terapung bila dicelup dalam air, biji kelihatan berisi tapi tidak normal, buah berwarna coklah berwarna coklat, ujung cabang sering mengering, sukar berkembang dan bentuknya seperti sapu. Pengendalian: menggunakan insektisida, seperti Folidol M atau Folidol E 605, 25 gram/100 liter air; perlakuan tersebut dilakukan 2 minggu sekali, pada saat menjelang berbunga sampai proses pembungaan selesai atau menjadi buah.
Kutu dompolan (Pseudococcus citri)Ciri: berbentuk bulat lonjong agak pipih, tubuh larva dan kutu betina ditutupi dengan lapisan seperti lilin yang berwarna putih.
Gejala: pertumbuhan tanaman terhenti; daun-daun menguning; calon bunga gagal menjadi bunga; buah rontok/perkembangannya akan terhambat dan kulitnya berkeriput.
Pengendalian:
(1) secara biologis : melepaskan parasit Angyrus greenii, dan Leptomastix abyssinica, predator kumbang Symnus apiciflatus, S. roepkei, Cryptolaemus mentrousieri, memberantas semut yang suka membawa kutu, terutama pada musim kemarau;
(2) secara mekanis dan secara kimiawi: sama dengan memberantas kutu hijau.
Kupu-kupu (Dichocrocis crocoda meyrick)Gejala: Ulat yang masih kecil merusak/memakan daun antara tulang-tulang daun sampai habis, sehingga tinggal kerangkanya. Pengendalian: masa larva yang baru menetas lebih mudah diberantas.
Ngengat atau Kupu-kupu kecil (Epicampoptera marantica Tamsi, menyerang kopi Robusta), (Epicampoptera andersoni Tams, menyerang kopi Arabika)Gejala: ulat daun yang masih kecil merusak atau memakan seluruh daun pada sisi bawah, sehingga tinggal kerangka saja. Pengendalian: dilakukan pada saat ulat masih kecil, yaitu dengan 500 gram Folidol serbuk atau Folidol-E 30 gram/100 liter air, Dipretex 80-120 gram/100 liter air dan Gusathio 40-50 gram /100 liter air.
Tungau (Metatetranychus) Ciri: bentuknya bundar dan sangat kecil, berwarna merah atau kuning kemerahan, kadang ditemukan pada sisi daun bawah.
Gejala:
daun berubah warna menjadi perunggu.
Pengendalian:
dapat disemprot dengan Organophosphate, dapat juga diberantas dengan Metasystox 0,05 %, GUsathio-A (40-50 gram/100 liter ar).
- Penyakit Akar
Penyakit akar hitamPenyebab: cendawan Rosellinia bunodes dan Rosellinia arcurata. Gejala: Yang diserang Rosellinia bunodes : batang kopi mati secara mendadak; dekat leher akar dan akar yang besar terdapat benang-benang cendawan yang berwarna hitam, yang kemudian bersatu membentuk lapisan hitam; kulit yang terserang menjadi busuk, pada pangkal leher akar terbentuk callus (bakal akar); bila bibit yang sakit dikupas, pada kayu terdapat bintik-bintik hitam, kalau dibelah, terdapat garis-garis hitam. Gejala: yang diserang Rosellinia arcurata :hampir sama dengan di atas, bedanya benang cendawan yang terdapat di antara kulit dan kayu bentuknya semacam gambar dan berwarna putih. Pengendalian: pohon-pohon yang sakit dibongkar sampai akar-akarnya dan dibakar habis; membuat selokan (isolasi) di sekitar yang terdapat serangan sedalam 1 meter; mengatur drainase yang baik; lubang bekas bongkaran diberi tepung belerang; setiap lubang 200 gram, dimasukkan dalam tanah dan dicampur.
Penyakit akar coklat Penyebab: cendawan Formes noxius atau Pellinus lamaensis. Gejala: akar besar yang diserang, terutama akar tunggangnya tertutup kerak yang terdiri dari butir-butir tanah yang melekat sangat kuat; di antara butir-butir tanah terdapat cendawan-cendawan berwarna coklat kehitaman.
Pengendalian: Sama dengan penyakit akar hitam.
- Penyakit Batang dan Ranting
Penyakit pada batangPenyebab: Jamur upas (Corticium salmnicolor), terutama pada daerah beriklim basah. Gejala: yang menderita umumnya pada bagian cabang; kalau cendawan belum masuk bagian kulit, nampak adanya selaput yang berwarna merah jambu, makin lama berubah menjadi putih. Selaput ini adalah sekumpulan spora cendawan; kalau masuk bagian kayu, cabang dan ranting yang diserang akan mati; cendawan akan menjalar melalui tangkai daun dan menjalar ke bunga dan buah. Pengendalian: cabang yang diserang harus dipotong dan dibakar. Pemotongan dilakukan pada bagian yang masih sehat, di bawah yang diserang; sebelum dilakukan pemotongan, bagian yang sakit diolesi dengan fungisida, seperti Carbolines 5% atau bubur Bordeaux.
Penyakit mati ujung Penyebab: cendawan Rhizoctonia. Penularan melalui daun dan masuk ke
pembuluh cabang.Gejala: ujung batang dan ranting mati; daun menguning dan gugur dari batang yang terserang; pada pohon yang belum dipotong ujungnya, penyakit ini mengakibatkan kematian ujung. Pengendalian: segera memotong bagian yang sakit; pemotongan dilakukan pada kayu yang sehat; semua potongan dibakar atau dikubur sampai dalam; daerah-daerah yang banyak diserang penyakit ini dianjurkan supaya menanam pohon yang berbatang 3-4; bibit-bibit sebaiknya disemprot dengan bubuk Bordeaux.
Penyakit jamur upas Penyebab: Jamur upas (Corticium koleraga) Gejala: pada lapisan daun bagian bawah terdapat suatu tenunan tipis berwarna putih abu-abu, tertutup lapisan perak; lapisan tersebut juga terdapat pada cabang-cabang dan buah muda serta daun-daun-muda yang dimulai dari tepi sampai pada tunas muda; penutup ini pada mulanya berwarna keputih-putihan, kemudian sedikit demi sedikit menjadi coklat; daun berkerak coklat sampai hitam dan kemudian mati seluruh cabang atau mengering; sebelum daun gugur, sementara tetap tergantung dengan benang putih tipis dan halus. Pengendalian: semua cabang dan ranting yang terkena gejala penyakit ini dipotong, kemudian dibakar dan yang menyerang biji-biji dirampas lalu dibenamkan sedalam-dalamnya; penyakit ini dapat dicegah dengan semprotan 3-4 kali dengan menggunakan Cupravit 250-500 gram dalam air 100 liter. Penyemprotan biasanya dilakukan sebelum musim penghujan.
- Penyakit Daun
Karat daunPenyebab: cendawan Hemileia vastatrix. Gejala: banyak menyerang kopi Arabika, terutama menyerang daun-daun muda pada kelembaban yang tinggi; pada sisi bawah daun terdapat bercak-bercak berwarna kuning muda, kemudian berubah menjadi kuning tua; bercak-bercak ini berbentuk bulatan kecil dengan diameter 0,5 cm dan bercak-bercak yang berdekatan akan menyatu dan bentuknya tidak teratur dengan diameter mencapai 5 cm; pusat bercak-bercak mengering dan berubah warna menjadi coklat; bercak-bercak dapat dilihat pada daun bagian atas, tetapi tepung-tepung yang berwarna oranye hanya dapat dilihat dari bagian bawah; daun yang terserang akan gugur, sehingga dapat menyebabkan pohon kopi gundul dan akhirnya mati. Pengendalian: menanam jenis kopi Arabika yang tahan, misalnya S 795, S 288, dan S 333; menjaga kondisi tanaman agar tidak berbuah terlalu lebat; menggunakan fungisida Dithane M 45 dengan konsentrasi 0,2 % atau 2 cc per liter air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali; penyemprotan dilakukan pada awal mulainya hujan lebat dengan memperhatikan cara-cara penyemprotan; fungisida lain: Bubur Bordeaux (BB), Copper oxychloride 50, Copper oksida, Benomiel, Mankozeb, Benlate, Cuprovit OB 21, Difolatan 4 F, Dithane M-45 80 WP, dan Vitigran Blue.
Penyakit bercak daun coklat Penyebab: cendawan Cercospora coffeicola. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak bulat, berwarna coklat atau coklat tua, pada bercak yang tua, terdapat warna putih atau kelabu, seperti ditaburi debu hitam; bercak tampak jelas pada permukaan bagian atas daun; umumnya berdiameter kurang dari 0,5 cm. Kalau cuaca lembab, bercak dapat lebih besar; serangan yang besar dapat menyebabkan rontoknya daun; serangan banyak terdapat pada pesemaian; serangan pada buah terdapat pada sisi yang banyak mendapat cahaya. Pengendalian: mengurangi kelembaban dengan cara mengurangi penyiraman; memperbaiki drainase dan mengurangi peneduh; memotong bagian daun yang sakit dan membakar; menyemprot tanaman dengan teratur menggunakan fungisida, seperti : BB, Mankozen, Copper oxichloride, dll.
Penyakit hangus Penyebab: cendawan Root-dauw, yaitu cendawan sekunder yang tumbuh, karena kotoran serangga yang rasanya manis. Gejala: pada permukaan daun terdapat lapisan berwarna hitam; pada daun-daun itu umumnya banyak semutnya; lapisan hitam pada daun mengakibatkan suhu pada permukaan daun tinggi, karena warna hitam dapat menyerap panas, panas musim kering dapat mempercepat layunya daun. Pengendalian: semua serangga disemprot dengan insektisida; lapisan hitam dibersihkan.
- Penyakit pada Bunga dan Buah
Penyakit bunga bintang (banyak menyerang kopi Arabika)Penyebab: penyakit ini disebabkan pengaruh iklim dan keadaan tanah, terutama pada daerah yang sangat lembab dan tanah-tanah yang basah. Gejala: daun mahkota bunga warnanya hijau, tebal dan arah melengkung ke dalam; pada benang sarinya tidak nampak jelas bagian tangkai sari dan benang sari; bunga tidak dapat menjadi buah. Pengendalian: menanam tanaman kopi yang lebih tahan terhadap penyakit ini; pengaturan naungan; pemangkasan yang baik, terutama menghadapi musin hujan.
Penyakit bunga/ranting muda Penyebab: ngengat berbau busuk dari jenis Lygus dan Volumnus. Gejala: kuncup bunga berwarna hitam dan tidak membuka; beberapa ujung ranting mati, bentuk atau kerusakan itu disebut "Witches broom". Pengendalian: Sama dengan point 1.
Kuncup bunga tidak berkembang Penyebab: tidak adanya hujan kiriman untuk merangsang berkembangnya kuncup bunga. Pengendalian: tanaman diairi dengan cara leb atau curah; cara leb dilakukan dengan mengalirkan air melalui parit-parit yang dibuat di kanan kiri tanaman; cara curah/semprot dilakukan dengan menggunakan sprinkler, sehingga jatuhnya air menyerupai hujan; pengairan biasanya dilakukan pada sore atau menjelang malam hari, sehingga pada malam sampai pagi hari kebun menjadi lembab seperti habis hujan.
Penyakit bercak hitam pada buahPenyebab: Cendawan Cephaleuros coffea Gejala: mula-mula timbul bercak-bercak hitam pada kulit buah yang belum matang, bercak-bercak melebar hingga seluruh kulit buah mengering dan berwarna hitam, pada bercak tersebut timbul rambut-rambut halus yang pada ujungnya terdapat butiran-butiran spora berwarna merah. Pengendalian:
(1) bila buah di kebun masih sangat muda dan panennya masih lama, maka tanaman boleh disemprot dengan fungisida, selanjutnya buah-buah yang terserang dipetik dan dibakar;
(2) bila buah di kebun sudah cukup tua, maka buah tidak boleh disemprot dengan fungisida, buah tua yang terserang, dipetik dan direbus untuk diolah secara kering.
Penyakit buah rontok Penyebab: kebun terlalu lembab, gelap atau terlalu panas. Gejala: buah banyak yang rontok sebelum waktunya. Pengendalian: mengatur jumlah naungan setepat-tepatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
